Sunday, 04 October 2026
Hot

BI Sebut Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen

Bank Indonesia mencatat inflasi IHK September 2026 tetap terjaga pada level 3,28 persen yoy berkat konsistensi kebijakan moneter dan sinergi TPIP-TPID.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Bank Indonesia menilai inflasi Indeks Harga Konsumen pada September 2026 tetap terjaga berkat konsistensi kebijakan moneter serta sinergi erat bersama pemerintah, Jumat (02/10/2026).

Capaian ini terbentuk melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional. Bank sentral optimistis laju inflasi ke depan akan terus terkontrol sesuai target.

“bank sentral Indonesia tetap meyakini inflasi pada 2026 dan 2027 akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen atau rentang 1,5—3,5 persen”

Article ad in the middle of article

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (1/10/2026), IHK September 2026 mengalami inflasi bulanan sebesar 0,30 persen (mtm). Secara tahunan, IHK mencatatkan inflasi sebesar 3,28 persen (yoy).

Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 0,10 persen (mtm), menurun dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,21 persen (mtm). Penurunan ini dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang terjaga, dengan kontribusi utama dari biaya kuliah perguruan tinggi.

Secara tahunan, inflasi inti mencapai 2,84 persen (yoy), melambat dari 2,92 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang dominan seiring kenaikan harga emas dunia.

Di sisi lain, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 1,46 persen (mtm), meningkat dari 0,88 persen (mtm) pada bulan sebelumnya. Kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras menjadi pemicu utama akibat gangguan cuaca serta biaya input produksi.

Secara tahunan, kelompok volatile food mencatatkan inflasi sebesar 5,03 persen (yoy), naik dari 4,06 persen (yoy). Pengendalian lanjutan akan ditempuh melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk mengantisipasi dampak El Nino.

Adapun kelompok administered prices mencatatkan inflasi rendah mendekati 0 persen (mtm), berbalik dari deflasi 0,33 persen (mtm) pada bulan lalu. Peningkatan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex menjadi pendorong utama di tengah penurunan tarif angkutan udara.

Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 3,25 persen (yoy), melambat dibandingkan 3,32 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sumber:
  • https://www.antaranews.com/berita/5767793/bi-inflasi-september-terjaga-didukung-kebijakan-moneter-dan-sinergi
Article ad after last paragraph