Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Rupiah hari ini diperkirakan melemah dipengaruhi memanasnya hubungan AS dengan Iran seiring eskalasi konflik yang meningkat, sehingga menaikkan harga minyak global, Jumat (2/10/2026).
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan pergerakan nilai tukar berada pada kisaran tertentu. Sentimen domestik turut dipengaruhi oleh perubahan dalam kabinet pemerintah.
Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kesediaan AS untuk memberikan jaminan objektif guna mengakhiri perang. Di sisi lain, AS mengumumkan sanksi baru yang menyasar sektor perkeretaapian dan otomotif Iran.
“Rupiah hari ini diperkirakan melemah pada kisaran Rp17.950- Rp18.050 dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak, yaitu meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” ucapnya.
“Perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait dengan pengelolaan energi dan komoditas, secara signifikan mempengaruhi neraca perdagangan,” ujar dia.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kementerian baru tersebut berperan untuk mengkoordinasikan kementerian dan lembaga terkait dalam mencapai target hilirisasi.
Sumber:
- https://www.antaranews.com/berita/5768003/rupiah-diprediksi-melemah-seiring-memanasnya-hubungan-as-dengan-iran











