Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS – PT Bank Syariah Indonesia Tbk membukukan laba hingga Agustus 2026 sebesar Rp5,30 triliun atau mencatatkan pertumbuhan 10,07 persen secara tahunan. Capaian positif tersebut didorong oleh ekspansi bisnis, penguatan dana murah, akselerasi pembiayaan, serta kontribusi dari bisnis emas dan fee based income, Senin (5/10/2026).
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan bahwa kinerja periode tersebut menunjukkan hasil transformasi bisnis yang semakin seimbang dalam hal pendanaan, pembiayaan, maupun pendapatan non-pembiayaan. Efisiensi perseroan turut tercermin dari cost of fund yang mengalami penurunan sebesar 37 basis poin secara tahunan menjadi 2,30 persen.
“Kami melihat fundamental BSI semakin kuat. Pertumbuhan laba dua digit berjalan beriringan dengan penguatan CASA, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, penurunan cost of fund, serta akselerasi fee based income. Ini menunjukkan mesin pertumbuhan BSI semakin terdiversifikasi dan memiliki ruang untuk terus berkembang,” ujar Anggoro Eko Cahyo.
Dari sektor pendanaan, dana pihak ketiga BSI mengalami peningkatan 17,71 persen secara tahunan menjadi Rp389 triliun dengan perolehan dana murah mencapai Rp246 triliun. Penguatan CASA ini ditopang oleh pertumbuhan tabungan yang menyentuh angka Rp171 triliun guna memperkokoh struktur pendanaan dan meningkatkan efisiensi biaya dana.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan BSI tercatat tumbuh lebih agresif sebesar 16,21 persen secara tahunan hingga mencapai Rp344 triliun pada periode Agustus 2026. Penurunan cost of fund memberikan ruang bagi perseroan untuk menjaga daya saing pembiayaan sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri perbankan.
Sumber:
- https://www.antaranews.com/berita/5771309/laba-bsi-capai-rp530-triliun-hingga-agustus-2026-tumbuh-1007-persen











