Purbaya Jamin Independensi BI Saat Gejolak Rupiah Tembus 16.900
"Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan independensi Bank Indonesia tetap terjaga meski rupiah melemah ke level 16.935 per dolar AS hari ini"
HARIANEXPRESS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi ekonomi nasional terkini. Ia menanggapi pergerakan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka 16.935 per dolar Amerika Serikat pada hari Senin 19 Januari 2026. Angka tersebut menunjukkan tekanan besar pada mata uang domestik sepanjang hari perdagangan. Namun Purbaya meminta publik melihat kondisi ini secara luas dan objektif. Ia melihat pelemahan ini bukan karena masalah fundamental ekonomi yang rusak.
Pasar finansial memang sedang mengalami gejolak yang cukup signifikan hari ini. Rupiah terus melandai sejak pembukaan pasar pagi tadi. Pada awalnya rupiah sempat menguat tipis ke level 16.850 per dolar Amerika Serikat. Namun kekuatan itu hilang seketika saat memasuki tengah hari. Tekanan jual yang tinggi membuat mata uang Garuda harus menyerah pada posisi 16.935 per dolar Amerika Serikat. Ini merupakan rekor terendah baru yang sangat menyita perhatian publik.
Purbaya Yudhi Sadewa menganggap pelemahan rupiah ini hanya bersifat sementara. Ia menyebut ada faktor spekulasi yang sedang bermain di pasar keuangan. Spekulasi ini berkaitan dengan proses transisi kepemimpinan di jajaran petinggi Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto baru saja menominasikan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Thomas saat ini masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam kabinet pemerintah.
Langkah pencalonan Thomas Djiwandono ini memicu beragam spekulasi dari para pelaku pasar. Mereka khawatir posisi Thomas akan menggerus independensi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Ketakutan akan adanya intervensi politik dalam kebijakan suku bunga menjadi isu utama. Para investor cenderung mengambil langkah hati hati atau bahkan keluar dari aset rupiah untuk sementara waktu. Hal inilah yang mendorong nilai tukar rupiah terperosok hingga melewati angka 16.900 hari ini.
Purbaya menepis semua anggapan miring tersebut dengan argumen yang sangat kuat. Ia memastikan bahwa sistem di Bank Indonesia sangat kokoh dan profesional. Kehadiran figur dari kementerian tidak akan secara otomatis menghilangkan netralitas lembaga tersebut. Bank Indonesia memiliki mekanisme internal yang sangat ketat untuk menjaga mandat utamanya. Purbaya ingin pasar memahami bahwa koordinasi antara fiskal dan moneter justru akan semakin baik ke depannya.
"Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana, wow orang spekulasi, dia (BI) independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Penegasan Purbaya ini bertujuan untuk menenangkan sentimen pasar yang sedang memanas. Ia menekankan bahwa kredibilitas Thomas Djiwandono selama menjabat di Kementerian Keuangan sudah teruji dengan baik. Thomas memiliki pemahaman yang mendalam mengenai stabilitas ekonomi makro. Penunjukan Thomas justru bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebijakan bank sentral demi kesejahteraan rakyat. Purbaya sangat yakin bahwa independensi Bank Indonesia akan tetap terjaga tanpa gangguan apa pun.
Menteri Keuangan tersebut juga mengajak semua pihak untuk melihat indikator ekonomi lainnya. Ia menunjuk performa Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang justru bergerak sangat positif. Di saat rupiah melemah IHSG malah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pada penutupan perdagangan hari ini IHSG melonjak sebesar 0.64 persen ke level 9.133.87. Kenaikan 58.47 poin ini membuktikan bahwa minat investor terhadap pasar modal Indonesia masih sangat tinggi.
Pergerakan IHSG yang menembus level 9.100 memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi tetap stabil. Investor asing maupun domestik masih terus melakukan aksi beli pada saham saham unggulan di bursa. Sektor perbankan serta sektor infrastruktur menjadi pendorong utama kenaikan indeks hari ini. Purbaya menilai kondisi ini menunjukkan kepercayaan diri pelaku pasar terhadap masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika fundamental ekonomi rapuh maka saham saham pasti akan ikut berguguran bersama nilai tukar rupiah.
"Rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat kan? IHSG All time high, kan?" ujar Purbaya dengan nada optimis.
Pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap terjaga menjadi alasan utama mengapa IHSG terus melaju kencang. Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi akan tetap berada pada tren yang positif sepanjang tahun 2026. Angka inflasi juga tetap berada dalam kendali pemerintah serta Bank Indonesia. Cadangan devisa negara masih sangat memadai untuk melakukan intervensi pasar jika diperlukan. Purbaya melihat tidak ada alasan bagi masyarakat untuk merasa cemas berlebihan terhadap pergerakan kurs dolar yang bersifat spekulatif.
Menteri Keuangan juga menjelaskan bahwa dinamika nilai tukar juga mendapat pengaruh dari kondisi global. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat seringkali memicu volatilitas mata uang di seluruh dunia. Namun daya tahan ekonomi Indonesia terbukti lebih kuat daripada banyak negara berkembang lainnya. Indonesia memiliki basis pasar domestik yang besar serta ekspor komoditas yang masih cukup kompetitif di pasar internasional.
Thomas Djiwandono akan segera menjalani proses fit and proper test di DPR RI dalam waktu dekat. Proses ini akan menjadi ujian bagi Thomas untuk menunjukkan komitmennya dalam menjaga independensi Bank Indonesia. Purbaya berharap proses ini berjalan lancar agar kepastian hukum dan kepastian kebijakan segera tercipta. Pasar sangat membutuhkan kepastian mengenai siapa yang akan mengisi kursi strategis di Bank Indonesia menggantikan Juda Agung.
Mundurnya Juda Agung dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia memang menjadi kejutan bagi beberapa kalangan. Namun pergantian pejabat dalam sebuah lembaga negara merupakan hal yang wajar. Purbaya menegaskan bahwa pergantian personel tidak akan mengubah arah kebijakan moneter yang sudah tertata rapi. Bank Indonesia tetap akan fokus pada pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan amanat undang undang yang berlaku.
Dolar Amerika Serikat memang sedang mengalami penguatan secara luas terhadap banyak mata uang dunia. Faktor eksternal ini tidak bisa dihindari oleh Indonesia secara langsung. Pemerintah hanya bisa memperkuat daya tahan internal agar dampak pelemahan tidak merembet ke sektor riil. Purbaya memastikan ketersediaan pasokan valuta asing tetap terjaga melalui mekanisme pasar yang sehat. Bank Indonesia akan selalu hadir di pasar untuk menjaga agar volatilitas rupiah tidak merusak rencana bisnis para pengusaha.
Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki niat sedikit pun untuk mengintervensi independensi Bank Indonesia. Sinergi yang kuat antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia selama ini menjadi kunci keberhasilan ekonomi Indonesia. Thomas Djiwandono akan membawa perspektif baru yang segar dalam jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia. Pengalaman Thomas dalam mengelola anggaran negara akan sangat berguna dalam merumuskan kebijakan moneter yang efektif.
IHSG yang mendarat di posisi 9.133.87 menjadi bukti tak terbantahkan bahwa ekonomi Indonesia masih sangat menarik. Rekor tertinggi sepanjang masa ini mencerminkan optimisme para pemilik modal terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Investasi yang terus masuk akan membantu memperkuat struktur ekonomi nasional dalam jangka panjang. Purbaya yakin bahwa tekanan terhadap rupiah akan segera berkurang setelah pasar mendapatkan kepastian dari hasil proses di DPR nanti.
Stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan tetap menjadi fokus utama Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK. Purbaya bersama anggota KSSK lainnya terus berkoordinasi secara intensif setiap saat. Mereka mengamati setiap pergerakan variabel ekonomi makro secara detail. Langkah langkah antisipatif sudah disiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan yang muncul di masa depan. Rakyat tidak perlu khawatir karena pemerintah memegang kendali penuh atas situasi ekonomi nasional.
Pernyataan Purbaya hari ini diharapkan mampu meredam spekulasi yang tidak perlu di kalangan masyarakat luas. Ia ingin mengalihkan fokus pasar pada prestasi ekonomi yang lebih nyata seperti penguatan bursa saham. Nilai tukar 16.900 memang terlihat tinggi namun harus dilihat dalam konteks global yang dinamis. Selama fundamental tetap sehat maka nilai tukar akan menemukan titik keseimbangan barunya secara alami tanpa mengganggu stabilitas nasional.
Purbaya menutup pernyataannya dengan memberikan semangat bagi para pelaku usaha di tanah air. Pemerintah akan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif serta menjaga kepastian regulasi. Bank Indonesia tetap menjadi benteng pertahanan moneter yang independen dan profesional. Sinergi antara semua elemen bangsa akan membawa Indonesia melewati tantangan ekonomi global dengan gemilang pada tahun 2026 ini.
Harap berkomentar yang sopan dan sesuai topik, komentar berisi spam akan dimoderasi. Terima kasih
Permintaan ralat dan koreksi berita di sini.