HARIANEXPRESS – Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, Proyeksi ini diperkirakan terjadi pada perdagangan hari ini, Kamis (6/8/2026).
Prediksi tersebut didukung oleh sejumlah indikator teknikal yang memperlihatkan momentum kenaikan tetap terjaga, khususnya setelah harga berhasil keluar dari fase konsolidasi. Dupoin Futures menilai bahwa pergerakan emas atau XAU/USD pada hari tersebut masih berada dalam kecenderungan menguat.
Struktur harga yang terbentuk menunjukkan dominasi pembeli belum mereda, sehingga peluang menuju level resistansi berikutnya tetap terbuka. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan Dolar AS dan arah kebijakan dari The Federal Reserve (The Fed).
Pola Teknikal Perkuat Prospek Kenaikan
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan lebih lanjut bahwa grafik harian emas telah menembus pola pergerakan mendatar. Kondisi ini sekaligus menandai keluarnya emas dari formasi Bullish Pennant.
“grafik harian emas telah menembus pola pergerakan mendatar sekaligus keluar dari formasi Bullish Pennant.”
Dalam analisis teknikal, pola tersebut kerap dipandang sebagai indikasi kelanjutan tren setelah pasar melewati periode konsolidasi. Keberhasilan menembus pola tersebut memperlihatkan tekanan beli kembali meningkat.
Kondisi ini sekaligus memperbesar peluang emas untuk melanjutkan penguatan menuju area harga yang lebih tinggi. Selain pola Bullish Pennant, pergerakan harga emas juga membentuk pola Double Bottom.
Formasi ini umumnya mengindikasikan berkurangnya tekanan jual dan munculnya kembali kekuatan pembeli dalam mengendalikan arah pasar. Kombinasi kedua pola tersebut memperkuat proyeksi bahwa tren kenaikan emas berpotensi bertahan dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.
Meskipun demikian, keberlanjutan penguatan tetap bergantung pada kemampuan harga mempertahankan momentum beli. Dupoin Futures memproyeksikan target kenaikan terdekat berada di kisaran USD4.354 per troy ons.
Level tersebut menjadi area resistansi utama yang perlu ditembus sebelum harga bergerak menuju sasaran berikutnya. Apabila emas mampu melewati level USD4.354 dengan dukungan volume transaksi yang kuat, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area USD4.483 per troy ons.
Namun, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi aksi ambil untung yang dapat meningkatkan volatilitas. Hal ini biasanya terjadi ketika harga mendekati zona resistansi.
Sentimen Fundamental Masih Beragam
Dari sisi fundamental, arah pergerakan emas masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang memberikan tekanan berbeda. Perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran, misalnya, berpotensi mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai apabila negosiasi menunjukkan kemajuan.
Sebaliknya, pelemahan Dolar Amerika Serikat masih menjadi faktor pendukung bagi harga emas. Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi relatif lebih terjangkau bagi investor yang bertransaksi menggunakan mata uang lain, sehingga dapat mendorong permintaan.
Pasar juga terus memperhatikan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sinyal kebijakan yang lebih akomodatif, termasuk meningkatnya kemungkinan penurunan suku bunga, dapat menjadi katalis tambahan bagi penguatan harga emas.
Namun, ruang kenaikan berpotensi terbatas apabila data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketahanan yang kuat. Kondisi tersebut dapat mengurangi peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Karena itu, investor diperkirakan akan mencermati berbagai indikator ekonomi Amerika Serikat sebagai petunjuk mengenai langkah kebijakan bank sentral pada pertemuan berikutnya. Keputusan The Fed sangat vital dalam menentukan pergerakan pasar finansial.
Prospek Bullish Tetap Terbuka
Secara keseluruhan, prospek harga emas masih berada dalam kecenderungan positif. Keberhasilan keluar dari fase konsolidasi menjadi dasar awal yang mendukung.
Konfirmasi pola Bullish Pennant dan terbentuknya Double Bottom menjadi rangkaian indikator teknikal yang menopang peluang kenaikan. Meskipun tren penguatan masih terbuka, investor dan pelaku pasar perlu tetap memperhatikan perkembangan geopolitik.
Selain itu, pergerakan Dolar AS, serta arah kebijakan The Fed juga perlu diamati dengan seksama. Ketiga faktor tersebut diperkirakan menjadi penentu utama pergerakan emas dalam jangka pendek hingga menengah.
Proyeksi teknikal tersebut bukan merupakan jaminan bahwa harga akan bergerak sesuai target yang telah ditetapkan. Keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan profil risiko, volatilitas pasar, serta perkembangan ekonomi global secara menyeluruh.


