Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Laba Bersih Clipan Finance Melonjak 27 Persen Jadi Rp102,3 Miliar

PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) membukukan laba bersih Rp102,3 miliar pada semester I-2026, meningkat 27 persen didorong efisiensi biaya.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) berhasil membukukan laba bersih Rp102,3 miliar pada semester I-2026, melonjak 27 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Sabtu (25/7/2026).

Kenaikan laba bersih CFIN terjadi di tengah kondisi penurunan pendapatan perusahaan. Hal ini secara jelas mencerminkan bahwa peningkatan kinerja utamanya didorong oleh implementasi pengelolaan biaya yang lebih disiplin dan efisien. Laporan keuangan yang memuat data ini masih bersifat tidak diaudit (unaudited).

Dalam laporan tersebut, pendapatan CFIN tercatat mengalami penurunan sebesar 6 persen, menjadi Rp774 miliar. Segmen pembiayaan konsumen, yang merupakan tulang punggung utama bisnis perusahaan, juga mengalami penurunan 9,7 persen menjadi Rp546 miliar. Kontribusi segmen ini terhadap total pendapatan perusahaan adalah sekitar 70 persen.

Sebagai respons, CFIN secara ketat menerapkan strategi pengelolaan biaya yang lebih efisien. Ini terlihat dari penurunan beban usaha sebesar 11,3 persen, mencapai Rp641 miliar. Penurunan signifikan tersebut terjadi pada berbagai pos, termasuk beban bunga dan beban pembiayaan.

Article ad in the middle of article

Selain itu, beban umum dan administrasi juga berhasil ditekan oleh perusahaan. Pos Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) turut berkontribusi terhadap efisiensi, dengan penurunan 18 persen menjadi Rp257 miliar. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan pengeluaran.

Dengan adanya efisiensi biaya yang masif, laba sebelum pajak CFIN berhasil melonjak 33 persen, mencapai angka Rp132 miliar. Peningkatan keuntungan ini berimbas pada kenaikan beban pajak, namun laba bersih perseroan tetap tumbuh solid sebesar 27 persen, menjadi Rp102 miliar.

Sementara itu, kondisi arus kas CFIN terpantau cukup stabil sepanjang periode ini. Arus kas dari aktivitas operasi perusahaan tercatat tumbuh 5 persen, mencapai Rp367,9 miliar. Posisi kas perusahaan juga mengalami kenaikan impresif 154 persen, menjadi Rp70,1 miliar dalam kurun waktu enam bulan.

Per 30 Juni 2026, aset CFIN mengalami sedikit penurunan sebesar 3 persen, menjadi Rp9,27 triliun. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh koreksi pada piutang perusahaan. Di sisi lain, liabilitas CFIN juga menurun 4 persen, seiring dengan berkurangnya utang bank dan utang usaha.

Adapun ekuitas CFIN pada periode yang sama turut terkoreksi 2 persen, menjadi Rp5,69 triliun. Penurunan ekuitas ini mayoritas dipengaruhi oleh penurunan saldo laba perusahaan, yang tercatat menjadi Rp4,28 triliun.

Article ad after last paragraph