Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Bank Dunia Resmi Hentikan Pinjaman Pembangunan ke Tiongkok

Keputusan Bank Dunia hentikan pinjaman ke Tiongkok per 2031 didasari pertumbuhan ekonomi raksasa itu. Tiongkok alihkan fokus kerja sama global.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Bank Dunia akan menghentikan seluruh penyaluran pinjaman kepada Tiongkok secara bertahap hingga tahun 2031, menandai perubahan signifikan dalam hubungan kedua pihak. Jumat (24/7/2026)

Keputusan ini tercantum dalam Country Partnership Framework (CPF) terbaru dan merupakan respons atas status ekonomi Tiongkok yang telah berkembang pesat.

Bank Dunia menilai Tiongkok kini tidak lagi bergantung pada pembiayaan pembangunan sebagaimana negara berpendapatan rendah dan menengah lainnya.

Selama periode transisi dalam kerangka kemitraan lima tahunan, Bank Dunia berencana membatasi total pinjaman kepada Tiongkok hingga US$2 miliar.

Article ad in the middle of article

Setelah periode CPF berakhir pada 2031, secara prinsip tidak akan ada lagi pinjaman baru dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) kepada Tiongkok.

Tiongkok pertama kali menerima pinjaman Bank Dunia pada awal 1980-an, saat masih tergolong negara berkembang berpendapatan rendah.

Nilai pinjaman Bank Dunia kepada Tiongkok sendiri terus menurun, dari sekitar US$2,4 miliar per tahun pada 2017 menjadi sekitar US$750 juta pada 2025.

Keputusan ini juga tidak lepas dari tekanan beberapa negara anggota, terutama Amerika Serikat.

Pejabat AS berpendapat Tiongkok, sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia dan salah satu kreditur global, tidak lagi layak menerima pembiayaan pembangunan.

Pemerintah Tiongkok menyatakan bahwa pengurangan pinjaman tersebut merupakan perubahan yang wajar seiring perkembangan ekonomi nasional.

Kementerian Keuangan Tiongkok, dalam pernyataan pada 1 Juli yang dilaporkan 2 Juli, menegaskan bahwa hubungan dengan Bank Dunia akan tetap berlanjut, tetapi fokusnya bergeser ke pertukaran pengetahuan, dukungan kebijakan, serta kolaborasi tantangan global dan membantu negara berkembang lainnya.

Dampak finansial langsung bagi Tiongkok diperkirakan relatif terbatas karena negara tersebut memiliki kapasitas pembiayaan domestik yang jauh lebih besar.

Bagi Bank Dunia, penghentian ini membuka ruang untuk mengalihkan sumber daya kepada negara-negara yang masih membutuhkan pembiayaan pembangunan.

Kerja sama antara Bank Dunia dan Tiongkok diperkirakan tetap berlanjut dalam bentuk konsultasi kebijakan, riset, serta proyek-proyek berkaitan dengan pembangunan global.

Article ad after last paragraph