Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Ekspor Kopi Indonesia Meningkat Lewat SRG, Tembus Maroko dan Tiongkok

Finance Harian Express: Kopi Indonesia menunjukkan daya saing tinggi di pasar global. PT KBI melalui Sistem Resi Gudang (SRG) sukses memfasilitasi ekspor perdana ke Maroko dan Tiongkok.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Komoditas kopi Indonesia menunjukkan daya saing tinggi di pasar global dengan ekspor perdana 38,4 ton ke Maroko dan Tiongkok melalui Sistem Resi Gudang (SRG),  Jumat (24/7/2026).

Perkembangan komoditas kopi di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Untuk mempertahankan momentum ini, sangat dibutuhkan kemampuan menjaga kualitas selama penyimpanan.

Pengelolaan kualitas yang baik ini krusial agar standar perdagangan kopi Indonesia mampu memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Article ad in the middle of article

PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) telah memimpin sebagai pelopor Pusat Registrasi SRG di Tanah Air.

Perusahaan ini aktif berperan membangun fondasi tata kelola SRG yang aman, transparan, akuntabel, dan terpercaya.

Upaya ini secara langsung meningkatkan kepercayaan pelaku usaha, lembaga pembiayaan, serta mitra dagang terhadap komoditas yang dikelola melalui skema SRG.

Pada pelepasan ekspor perdana ini, volume pengiriman kopi mencapai 38,4 ton.

Jumlah tersebut setara dengan dua kontainer penuh komoditas kopi premium.

Total nilai ekspor dari pengiriman perdana ini berhasil mencatatkan angka sebesar US$ 227.443,20.

Ekspor perdana ini terdiri dari satu kontainer Kopi Robusta Grade 2.

Kontainer tersebut memuat 19,2 ton kopi senilai US$ 71.040 dengan tujuan akhir ke Maroko.

Sementara itu, satu kontainer lainnya berisi Kopi Arabica Semi Wash dengan berat 19,2 ton senilai US$ 156.403,20 yang dikirim menuju Tiongkok.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Budi Susanto, menyampaikan bahwa Sistem Resi Gudang (SRG) tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan.

Lebih dari itu, SRG juga menjadi komponen penting dalam keseluruhan rantai pasok perdagangan dan ekspor komoditas Indonesia.

Menurut Budi, keberhasilan ekspor ini secara nyata menunjukkan semakin strategisnya peran SRG.

SRG dinilai mampu meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

“Pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa SRG tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha, tetapi juga mampu menjadi jembatan yang menghubungkan komoditas nasional dengan pasar internasional. Sebagai pelopor Pusat Registrasi SRG di Indonesia, PT Kliring Berjangka Indonesia akan terus memperkuat tata kelola, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan SRG semakin luas serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Budi Susanto.

Sebagai kelanjutan dari kesuksesan ekspor perdana tersebut, pengelola Gudang SRG telah merencanakan pengiriman tahap berikutnya.

Pengiriman selanjutnya akan melibatkan delapan kontainer Kopi Arabica Semi Wash.

Total volume pengiriman pada tahap ini mencapai 153,6 ton, dengan estimasi nilai sebesar US$ 1.251.225,60 yang ditujukan ke Tiongkok.

Seluruh komoditas kopi premium yang diekspor berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung.

PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama yang dipercaya menjalankan fungsi sebagai Pusat Registrasi Sistem Resi Gudang.

KBI secara konsisten berkomitmen untuk memperkuat ekosistem SRG melalui penyelenggaraan registrasi yang aman, transparan, dan akuntabel.

Kesuksesan ekspor kopi ke Tiongkok dan Maroko diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas komoditas Indonesia.

Dampak positif ini juga berpotensi memperluas peluang ekspor serta akses pembiayaan bagi petani, koperasi, UMKM, dan pelaku usaha nasional.

Dalam kegiatan pelepasan ekspor ini, PT KBI turut mendampingi Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Pelepasan komoditas kopi ini dilakukan dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, dengan tujuan Tiongkok dan Maroko.

Kinerja ekspor ini mencerminkan tingginya potensi pasar internasional bagi produk kopi Indonesia.

Destinasi ekspor ke Tiongkok dan Maroko menandai pengakuan akan kualitas kopi Indonesia di dua pasar yang berbeda dan strategis.

Peningkatan ekspor ini diharapkan dapat membuka pintu bagi komoditas lain untuk mengikuti jejak serupa.

Pengembangan komoditas kopi di Indonesia saat ini terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Hal ini menuntut adanya upaya berkelanjutan untuk menjaga kualitas produk selama proses penyimpanan.

Kualitas yang terjaga baik sangat krusial agar standar perdagangan kopi Indonesia dapat bersaing secara global.

Upaya ini memastikan produk Indonesia tetap relevan dan diminati di pasar internasional yang kompetitif.

Sebagai pionir Pusat Registrasi Sistem Resi Gudang (SRG) di Indonesia, PT KBI telah berperan vital.

Perusahaan ini telah meletakkan fondasi tata kelola SRG yang kuat, menjamin keamanan dan transparansi.

Fondasi ini juga menekankan akuntabilitas serta kepercayaan dalam setiap transaksi komoditas.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan keyakinan pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra dagang.

Peningkatan kepercayaan ini berlaku untuk komoditas yang dikelola melalui skema SRG.

SRG tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan semata bagi para petani dan pelaku usaha.

Lebih dari itu, SRG telah berevolusi menjadi bagian integral dalam rantai pasok perdagangan komoditas Indonesia.

Sistem ini juga memainkan peran kunci dalam memfasilitasi kegiatan ekspor.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Budi Susanto, menegaskan evolusi peran SRG tersebut.

Budi menyoroti bahwa SRG kini tidak hanya mendukung pembiayaan, melainkan juga memperkuat posisi komoditas nasional.

Keberhasilan ekspor kopi ini mempertegas betapa strategisnya peran SRG saat ini.

Sistem ini mampu secara signifikan meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional.

PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) merupakan BUMN pertama yang menjalankan fungsi Pusat Registrasi SRG.

KBI berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ekosistem SRG secara berkelanjutan.

Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan registrasi yang aman dan sangat transparan.

Aspek akuntabilitas juga menjadi pilar utama dalam setiap proses registrasi yang dilakukan KBI.

Visi jangka panjangnya adalah mewujudkan pemanfaatan SRG yang lebih luas dan merata.

Pemanfaatan yang luas ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Pelepasan ekspor perdana kopi ini membuktikan kapabilitas SRG.

SRG tidak hanya menjadi solusi pembiayaan, tetapi juga jembatan penghubung komoditas lokal ke pasar global.

PT KBI berencana untuk terus memperkuat tata kelola SRG secara menyeluruh.

Digitalisasi layanan juga menjadi fokus utama guna meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas.

Kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus dijalin.

Ini bertujuan agar pemanfaatan SRG semakin maksimal dan memberikan dampak positif secara luas.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan ekosistem SRG akan semakin solid dan terintegrasi.

Keberhasilan ekspor kopi menuju Tiongkok dan Maroko ini diharapkan membawa dampak besar.

Dampak tersebut adalah peningkatan kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas komoditas Indonesia.

Pada akhirnya, ini akan memperluas peluang ekspor bagi berbagai pelaku usaha di dalam negeri.

Akses pembiayaan juga akan semakin terbuka lebar bagi petani, koperasi, UMKM, dan pelaku usaha nasional lainnya.

PT KBI senantiasa mendukung inisiatif strategis seperti ini.

Ini adalah bagian dari dedikasi KBI untuk kemajuan perdagangan komoditas Indonesia.

KBI juga berperan aktif dalam menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif dan berdaya saing.

Dengan demikian, potensi penuh dari komoditas Indonesia dapat terealisasi di kancah global.

Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pemain utama di pasar komoditas internasional.

Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk lokal.

Article ad after last paragraph